Minggu, 22 September 2013

Pernikahan di Jaman Edan

Rumah itu dikenal sebagai Rumah Keluarga Hwang. banyak orang berkata, "Lebih baik hidup sendiri daripada mengawini perempuan yang bekerja sebagai budak disebuah rumah besar." Tapi sewaktu Wanglung bertanya pada ayahnya, "apa aku tak boleh kawin buat selamanya?" maka biasanya ayahnya akan menjawab, "kalau kita ingat betapa mahalnya ongkos nikah di jaman gila-gilaan ini, apalagi kalau kita tahu biasanya tiap perempuan menuntut cincin emas dan baju dari sutra sebelum dikawini, rasanya cuma tinggal budak-budak buat orang miskin."
     
Kata-kata ayahnya lamban laun berhasil menggerakkan hatinya, karena itu Wang Lung memutuskan pergi ke rumah keluarga Hwang dan menanyakan kalau-kalau masih ada budak yang dapat dikawininya.

"Jangan budak yang terlalu muda, dan terutama sekali, jangan yang cantik," ayahnya selalu berkata demikian.

Wang Lung harus prihatin sebab perempuan itu tak boleh cantik. Mempunyai istri cantik adalah kebanggaan tersendiri dan laki-laki lain tentu akan memberinya selamat jika ia berhasil mempersunting istri semacam itu. Ayahnya, yang melihat wajah anaknya yang tak senang, langsung menegurnya.

"Dan apa yang bisa kita perbuat dengan perempuan cantik? kita mesti dapat perempuan yang mau mengatur rumah, dapat memberi keturunan dan mau bekerja di sawah, dan apa perempuan cantik mau berbuat begitu? Ia cuma memikirkan pakaian bagus dan merawat mukanya saja! Tidak, tak boleh ada perempuan cantik di rumah ini. Kita petani. Lagi pula, mana ada budak cantik yang masih perawan di rumah orang kaya seperti itu? Anak-anak tuan tanah di situ pasti sudah pernah berbuat serong dengannya. Lebih baik menikah dengan perempuan jelek yang masih perawan daripada perempuan cantik yang sudah tidak perawan lagi. Apa kau pikir perempuan cantik bisa menganggap tangan petanimu sama lembutnya dengan tangan anak orang kaya, dan apa kulit mukamu yang hitam kena matahari itu bisa sama halusnya dengan kulit laki-laki lain yang suka berbuat serong dengannya?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar